Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.
BP3HH JAWA BARAT
MENU
Selamat Datang di Website Resmi Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.

Indramayu Jadi Pusat Pengembangan Bakau


INDRAMAYU - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah menetapkan kawasan hutan bakau (mangrove) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, sebagai sentra pengembangan bakau di wilayah barat Indonesia.

Kawasan tersebut juga dikembangkan menjadi daerah ekowisata. "Sejak Indramayu ditetapkan sebagai pengembangan wilayah mangrove, jumlah populasi wisata mangrove di Indramayu naik menjadi 665.000 pengunjung. Statistiknya ada 84.300 orang berkunjung belajar mangrove di Indramayu," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar saat membuka acara bedah buku "Berlabuh di Pantai Karangsong di Bumi Patra Ayu", Indramayu, Jawa Barat, kemarin.

Menurutnya, ekosistem hutan bakau tidak hanya memiliki manfaat ekologi bagi daratan dan lautan sebagai penahan abrasi. Namun, bakau juga mempunyai manfaat ekonomi bagi masyarakat di kawasan pesisir dapat diolah menjadi bahan baku beraneka kebutuhan untuk warga pesisir. Ekosistem hutan bakau juga berperan penting dalam penurunan emisi gas rumah kaca yang didengungkan dalam pertemuan tingkat tinggi Konferensi Perubahan Iklim Ke-22 di Marrakesh, Maroko, untuk ikut membatasi kenaikan suhu bumi di bawah 2 derajat Celsius.

"Indonesia sepakat ikut andil dalam menurunkan gas rumah kaca. Di Indonesia mangrove penting untuk dikembangkan untuk menurunkan emisi," tuturnya. Ia menjelaskan, Indonesia mempunyai ekosistem hutan bakau 60% dari luas se-Asia Tenggara. Jika perbandingannya dihitung di seluruh dunia, 23% atau sebesar 3 juta ekosistem hutan bakau berada di Indonesia. "Dengan emisi tadi, kekuatan mangrove dapat menurunkan emisi lima kali lipat dari tanaman biasa. Kalau mangrove kita jaga dan lestarikan, maka dapat menurunkan sepertiga dari total karbon dunia dari seluruh ekosistem pesisir," ungkapnya.

Sebab itu, pihaknya mendorong perusahaan BUMN termasuk PT Pertamina (Persero) turut serta melestarikan ekosistem hutan bakau sesuai komitmen Indonesia menurunkan emisi dari pengurangan deforestasi dan degradasi hutan, pengelolaan hutan berkelanjutan, serta peningkatan dan konservasi karbon. "Saya minta Pertamina, tolong program-program melestarikanhutan mangrove terus ditingkatkandengankonsisten. Tahun ini Pertamina memborong tujuh proper emas dari 12 proper emas. Saya minta ini terus ditingkatkan," katanya.

Pada kesempatan yang sama, General Manajer RU VI Balongan Pertamina Afdal Marta mengatakan bahwa Pertamina akan terus meningkatkan kontribusinya dalam menjaga lingkungan melalui konservasi dan rehabilitasi terhadap lingkungan hutan bakau di Karangsong, Indramayu. Konservasi dan rehabilitasi ekosistem hutan bakau tersebut tidak hanya memberi dampak pada penurunan emisi tapi juga berdampak positif memajukan perekonomian masyarakat.

Pertamina RU VII Balongan, Indramayu, kata dia, baru saja mendapatkan proper emas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Proper emas yang di raih tahun ini merupakan apresiasi ke dua kalinya.

Nanang wijayanto




Sumber ( http://www.koran-sindo.com/news.php?r=2&n=2&date=2016-12-13)


Share:

Harga Rata-Rata Komoditas Hasil Hutan di Jawa Barat (Last Update: 3 September 2015)

LINK TERKAIT

STATISTIK PENGUNJUNG

Informasi data statistik kunjungan pengguna ke website BP3HH Prov. Jawa Barat.

Sedang Online
:   1
Kunjungan Hari Ini
:   18
Kunjungan Bulan Ini
:   1255
Kunjungan Tahun Ini
:   2025
Total Kunjungan
:   11481
JEJAK PENDAPAT

Bagaimana ketersediaan data pada website BP3HH Provinsi Jawa Barat?

Banyak
51%
Cukup
26%
Kurang
23%
KONTAK KAMI

Kantor BP3HH Provinsi Jawa Barat
Jalan Raya Kanci KM 10 Desa Kanci Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. 45181
Telp./Fax. (0231) 510094