Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.
BP3HH JAWA BARAT
MENU
Selamat Datang di Website Resmi Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.

Gali Sektor Ekonomi, Dishut Jabar Gelar "de Leuweung"


KEBERADAAN hutan tak hanya menghasilkan kayu alam. Hutan sebagai ekosistem bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat.
 
Untuk itu, Dinas Kehutanan (Dishut) Jabar menyelenggarakan West Java Forest Festival (WJFF) 2015. Gelaran perdana yang dinamai "de Leuweung" ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Kegiatan akan dilakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir H Djuanda Bandung, Sabtu-Minggu (10-11/10) mendatang.
Sekretaris Dishut Jabar Maman Suherman mengatakan, keberadaan hutan tak hanya sebagai penyangga kehidupan.
 
"Hutan ini juga berfungsi sebagai sumber ekonomi, sosial, dan lingkungan. Saat ini, paradigma pengelolaan kawasan hutan cenderung ke arah pembangunan kehutanan yang berorientasi pada resource and community based development," kata Maman, Senin (5/10).
 
Menurutnya, kini kebijakan bergesar ke arah orientasi pembangunan berkelanjutan. Hutan tidak lagi diandalkan untuk hasil hutan kayu. Hutan bisa menghasilkan bukan kayu dan jasa.
 
Dia mencontohkan, dengan konsep argo-forestry kini lahan hutan di Jabar tersebar ladang kopi. Sebanyak 40 ha hutan kini ditanami kopi yang menghasilkan dan mendatangkan sumber penghasilan bagi masyarakat.
 
"Intinya, dengan re-oreintasi ini kita tetap menjaga kelestarian hutan. Sekaligus, masyarakat sekitar bisa mendapatkan hasil tanpa menebang pohon," ujarnya.
Sejak beberapa tahun ke belakang, Dishut Jabar bekerjasama dengan masyarakat sekitar hutan. Dengan pola pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) dan kemitraan lain menunjukkan pelestarian hutan bisa beriringan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat.
 
Saat ini, kondisi hutan di Jabar belum nencapai keseimbangan. Idealnya, kata dia, minimal di Jabar ini tersedia 30% lahan berupa hutan dari total wilayah. Kini, kondisi hutan di Jabar baru mencapai 22,8%.
 
Sedangkan, Kepala Balai Pengendalian Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan Dishut Jabar Setra Yuhana menyebutkan WJFF 2015 ini merupakan rangkaian acara de Syukron sebagai hajatan hari jadi ke-70 Provinsi Jawa Barat.
 
Jenis kegiatan yang akan dilakukan meliputi pameran pembangunan kehutanan, dialog interaktif, seminar, talkshow, dan lomba yang berkaitan dengan kelestarian hutan, seni dan budaya, atraksi kehutanan, demo produk kehutanan, dan kuliner.
 
"Pameran dalam festival ini nantinya dikemas dlam bentuk Forest Gallery yang terbagi dalam 8 kategori," sebut Setra.
 
Dalam Forest Gallery itu dipamerkan beberapa hewan langka, kerajinan dan meubel rotan terbaik, furnitur terbagik, kopi hutan pertama, barista jungle coffee, produk jamur hutan, tanaman hias hutan, model hutan hujan tropis, produk olahan bambu, kompetisi madu hutan terbaik, hingga peracik minuman berbahan baku madu.
 
Sementara itu, aktivis lingkungan Acil Bimbo menyambut positif gelaran Dishut Jabar ini. Menurutnya, pemerintah jangan membuat jarak antara masyarakat dan hutan.
 
"Sebaiknya, berikanlah pemahaman dan memupuk rasa cinta dan tanggung jawab memiliki hutan. Hutan itu harus dimiliki oleh masyarakat," jelasnya.(jul)
 
(Inilahkoran.com)


Share:

Harga Rata-Rata Komoditas Hasil Hutan di Jawa Barat (Last Update: 3 September 2015)

LINK TERKAIT

STATISTIK PENGUNJUNG

Informasi data statistik kunjungan pengguna ke website BP3HH Prov. Jawa Barat.

Sedang Online
:   2
Kunjungan Hari Ini
:   34
Kunjungan Bulan Ini
:   1178
Kunjungan Tahun Ini
:   3737
Total Kunjungan
:   13193
JEJAK PENDAPAT

Bagaimana ketersediaan data pada website BP3HH Provinsi Jawa Barat?

Banyak
51%
Cukup
26%
Kurang
23%
KONTAK KAMI

Kantor BP3HH Provinsi Jawa Barat
Jalan Raya Kanci KM 10 Desa Kanci Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. 45181
Telp./Fax. (0231) 510094