Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.
BP3HH JAWA BARAT
MENU
Selamat Datang di Website Resmi Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.

Terbentuk, Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Gula Aren Hutan Jabar


SEKDA Kab. Tasikmalaya, Drs. H. Abdul Kodir, M.Pd, yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi Area Hutan Galunggung Jabar, baru-baru ini, melaksanakan rapat kerja dengan pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang terdiri atas unsur petani, pemerintah, perguruan tinggi, swasta dan Dinas Hutbun Jabar di Saung Cudok, Cihaurbeuti Ciamis. Menurut Abdul Kodir, Jabar merupakan daerah persebaran aren terluas di Pulau Jawa sekita 13.878 hektare. Kab. Tasikmalaya memiliki kondisi geografis yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman aren, sehingga merupakan salah satu kabupaten yang berpotensi aren cukup besar di Jabar. Pengembangannya makin pesat seiring program pengelolaan Hutan Lestari di lahan hutan rakyat yang tergabung dalam Unit Manajemen Hutan Rakyat (UMHR) tersebar beberapa kecamatan, terutama di tiga kecamatan dengan jumlah petani sebanyak 1.800 orang, yaitu Kec Bantarkalong (7 desa, 300 orang petani), Kec Bojong Gambir (5desa, 1.300 petani aren) dan Kec Pageurageung (2 desa, 200 petani).

Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), kata H. Abdul Kodir, selalu menduduki peran penting dan besar dalam ekonomi kehutanan di negara-negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia. Hal ini tidak lepas dari banyaknya jenis HHBK yang dapat diperoleh dari hutan, baik yang berasal dari tumbuhan (HHBK Nabati) maupun hewan (HHBK Hayati). Pemanfaatan HHBK umumnya untuk memenuhi kebutuhan pangan, energi, dan obat-obatan, serta pemanfaatan lainnya. Produk HHBK menjadi pemasukan dan pendapatan langsung kebutuhan banyak rumah tangga dan masyarakat dunia. Di banyak negara, total nilai ekonomi HHBK diperkirakan menjadi pemasukan negara yang sama besar, bahkan lebih, daripada yang diperoleh kayu bulat.

Terkait besarnya nilai ekonomi gula aren tersebut, ungkap Abdul Kodir, Pemprov Jabar dalam hal ini Dinas Kehutanan Jabar bekerjasama dengan Pemkab Tasikmalaya dan stakeholder lainnya merancang kegiatan strategis pengembangan agroforestry aren hutan yang bermanfaat terhadap pembangunan wilayah, peningkatan kesejahteraan petani, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat, yaitu Rekayasa Agroforestry Aren Hutan Galunggung, Rekayasa Industri Hasil Hutan Gula Semut dan Gula Syrup Arenga Pinnata Galunggung, Rekayasa kelembagaan melalui pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Aren Hutan Jabar, serta Gabungan Koperasi Aren Hutan Jabar, sehingga kelembagaan diakui di tingat nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Hutbun Jabar, Ir. Budi Susatijo berpendapat, adanya hutan merupakan jaminan kelangsungan hidup manusia, hutan harus dilestarikan fungsinya sebagai fungsi ekonomi, konservasi, dan sosial. "Kebijakan pembangunan kehutanan ke depan memprioritaskan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu yang belum dikembangkan optimal. Hasil penelitian para ahli kehutanan menyatakan potensi hasil hutan kayu hanya 5 persentase, sedangkan hasil hutan bukan bukan kayu sebesar 95 persentase," kata Ir. Budi Susatijo.

Sumber (Pikiran Rakyat)


Share:

Harga Rata-Rata Komoditas Hasil Hutan di Jawa Barat (Last Update: 3 September 2015)

LINK TERKAIT

STATISTIK PENGUNJUNG

Informasi data statistik kunjungan pengguna ke website BP3HH Prov. Jawa Barat.

Sedang Online
:   1
Kunjungan Hari Ini
:   12
Kunjungan Bulan Ini
:   1229
Kunjungan Tahun Ini
:   2766
Total Kunjungan
:   12222
JEJAK PENDAPAT

Bagaimana ketersediaan data pada website BP3HH Provinsi Jawa Barat?

Banyak
51%
Cukup
26%
Kurang
23%
KONTAK KAMI

Kantor BP3HH Provinsi Jawa Barat
Jalan Raya Kanci KM 10 Desa Kanci Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. 45181
Telp./Fax. (0231) 510094