Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.
BP3HH JAWA BARAT
MENU
Selamat Datang di Website Resmi Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.

Pemanfaatan Hutan Belum Optimal


Pemanfaatan hutan belum tergali  secara optimal. Padahal, banyak areal hutan yang dapat dijadikan komoditas lahan pertanian maupun perikanan bernilai ekonomi tinggi ketimbang membangun industri pabrikan.

"Sebenarnya tanpa harus membuang energi, mengundang investor yang hanya merusak lingkungan, pemerintah daerah bisa mengusahakan hutan untuk dijadikan lahan pertanian maupun perikanan", ungkap Kepala Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Dinas Kehutanan Jabar, Setra Yuhana, di sela-sela acara "Forest Maket & Cirebon Coffe Fest" yang diinisiasi Dinas Kehutanan Jabar di Grage City Mall, Jumat (13/5/2016).

Lebih lanjut Setra mengatakan, sejauh ini dari ratusan triliun rupiah potensi pendapatan dari hutan di Jawa Barat terbuang sia-sia setiap tahun, karena tidak optimalnya pemanfaatan hutan.

"Padahal, dengan luas hutan di Jabar sekitar 800.000 ha, ada banyak yang dapat diusahakan untuk bisa menjadi komoditas pertanian dan perikanan bernilai ekonomi tinggi," jelasnya.

Salah satu contoh yakni komoditas kopi hutan asal Jawa Barat yang sudah terkenal sejak jaman Hindia Belanda dengan sebutan "java cup" yang dari pangsa pasar ekspornya sangat besar.

"Pangsa pasarnya sudah jelas besar, karena sejumlah komoditas itu bahkan hanya ada di Indonesia atau di negara terbatas. Kalaupun di negara lain ada, kualitas bagus hanya tumbuh di Indonesia,"katanya.

Berdasarkan pada hitung-hitungan kasar pendapatan yang bisa diperoleh dari komoditas tersebut, hasil kopi hutan bisa mencapai 2 ton per ha.

"Dengan asumsi harga paling rendah Rp. 50.000 per kg, berarti dalam 1 ha bisa menghasilkan senilai Rp 100 juta. Karenanya, bisa kita bayangkan bila dari nilai ekonomisnya penanaman kopi di lakukan di lahan hutan sekitar 200.000 ha", katanya.

Komoditas lainnya, gaharu yang perpohonnya bisa menghasilkan Rp 9 juta. Dalam 1 ha bisa ditanam 300 pohon.

"Kita asumsikan 50.000 ha hutan ditanam gaharu, sehingga ada 15 juta pohon," katanya.

Komoditas lain aren hutan, dengan harga Rp 70.000 per kg. Dalam 1 ha hutan, bisa ditanam 300 pohon aren, dengan hasil 1 pohon bisa sampai 10 kg.

Bambu petung, harga per batang mencapai Rp 200.000. Dalam 1 ha, bisa mencapai 300 rumpun, yang dalam satu rumpun bisa 50-100 batang bambu.

"Sekarang ini sejumlah negara Eropa mulai menggunakan bambu untuk keperluan properti," katanya.

Bahkan, ikan java salmon yang dikategorikan sebagai ikan air tawar paling enak sedunia hanya ada di Indonesia, India dan Malaysia. "Di Senayan City bahkan ada restoran yang menjual menu java salmon seharga Rp 2 juta per kg," katanya.

Komoditas tanaman bernilai ekonomi tinggi yang ditanam di hutan bahkan lebih sehat dan lebih berkhasiat karena tidak perlu menggunakan pupuk buatan ataupun insektisida.

"Karenanya, kekayaan hutan dan kesuburan tanah di Jabar jangan hanya dipelototi tapi harus dikelola benar-benar agar memberikan kesejahteraan kepada masyarakat," pungkasnya.

Sumber (Pikiran Rakyat)


Share:

Harga Rata-Rata Komoditas Hasil Hutan di Jawa Barat (Last Update: 3 September 2015)

LINK TERKAIT

STATISTIK PENGUNJUNG

Informasi data statistik kunjungan pengguna ke website BP3HH Prov. Jawa Barat.

Sedang Online
:   1
Kunjungan Hari Ini
:   18
Kunjungan Bulan Ini
:   1255
Kunjungan Tahun Ini
:   2025
Total Kunjungan
:   11481
JEJAK PENDAPAT

Bagaimana ketersediaan data pada website BP3HH Provinsi Jawa Barat?

Banyak
51%
Cukup
26%
Kurang
23%
KONTAK KAMI

Kantor BP3HH Provinsi Jawa Barat
Jalan Raya Kanci KM 10 Desa Kanci Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. 45181
Telp./Fax. (0231) 510094