Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.
BP3HH JAWA BARAT
MENU
Selamat Datang di Website Resmi Balai Pengolahan, Pemasaran dan Pengendalian Hasil Hutan (BP3HH) Provinsi Jawa Barat.

Budidaya Kopi Arabika Jadi Tren di Kabupaten Bandung


POJOKJABAR.com, SOREANG - Sejak 2001 masyarakat di Desa Margamulya, Pangalengan, Kabupaten Bandung, sudah aktif membudidayakan kopi jenis Arabika. Apalagi di daerah tersebut terdapat sebuah gunung bernama Gunung Tilu yang cocok untuk dijadikan kawasan tempat budidaya kopi.

Di Jawa Barat sendiri ada 11 gunung yang lolos sertifikasi indeks geografis, salah satunya Gunung Tilu. Oleh karenanya sangat baik untuk lahan menanam kopi.

Para petani kopi Margamulya, kemudian dihimpun pada sebuah kelompok petani kopi bernama Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM). Tujuannya ialah untuk lebih meningkatkan produksi kopi para petani di sana.

"Anggota sudah ada 140 orang terdiri atas masyarakat sekitar Margamulya yang berbudidaya kopi dari 2001-2008 di hutan Gunung Tilu," kata Ketua KPKM Muhamad Aleh atau yang akrab disapa Saleh ini kepada Radar Bandung, di Soreang, belum lama ini.

Semakin hari geliat pertanian kopi semakin besar. Yang tadinya kawasan hutan Gunung Tikus sebagai tempat menyemai bibit, kini tanah milik pribadi pun dijadikan tempat budidaya kopi. Berdasarkan catatan Saleh, sudah sekira 250 hektar lahan untuk kopi di Margamulya.

"Dari 2008 sampai sekarang kita tanah milik dijadikan hutan, oleh karenanya kita punya reward industri pabrik pengolahan lengkap di sana sekarang," ucap Saleh.

Untuk meningkatkan branding pasar, Saleh kemudian memberi nama kopi khas Margamulya dengan sebutan Arabica Coffee Java Preanger Gunung Tilu. Bisa dibilang, para pelaku industri kopi Margamulya semakin pesat perkembangannya. Buktinya kini sudah sudah ada pabrik pengolahan kopi di Margamulya.

"Dulu olah kopi jauh, sekali transport harus bayar Rp 15.000 sekarang dengan adanya pengolahan di tempat kita, menjadi mudah. Minimal meminimalisir uang transport bagi petani kopi," ucapnya.

Tak heran, jika sekarang Margamulya sering dimanfaatkan oleh pelajar dan mahasiswa yang magang membuat makalah, tesis dan sebagainya. "Banyak berdatangan dari universitas mulai dari Unpad, Unpas, Ikopin, UGM, IPB," tuturnya.

Perjuangan Saleh dan rekan-rekan sesama petani kopi Margamulya membuahkan hasil, beberapa penghargaan sudah diberikan kepada KPKM. Di antaranya Juara tiga kopi terbaik se-Jawa Barat, Juara 1 Pengolahan Kopi Tahun 2015, mendapat piagam penghargaan dari LEPRID dan Gubernur Jawa Barat.

Selain itu, bantuan pemerintah pun mengalir. Seperti diberikannya 200.000 bibit kopi gratis kepada para petani kopi di Kabupaten Bandung bantuan dari Gubernur Jawa Barat. "Kita (Gunung Tilu) jadi salah satu tempat penyemaiannya," ungkap Saleh.

Apa yang dilakukan Saleh dan petani kopi Margamulya patut ditiru. Apalagi di Jawa Barat kondisi alam di pegunungan relatif aman dari ancaman bencana alam semisal gunung meletus. Ditambah saat ini perkembangan industri kopi sedang naik daun dengan maraknya warung-warung kopi.




Sumber ( http://jabar.pojoksatu.id/bandung/2017/01/28/budidaya-kopi-arabika-jadi-tren-di-kabupaten-bandung/)


Share:

Harga Rata-Rata Komoditas Hasil Hutan di Jawa Barat (Last Update: 3 September 2015)

LINK TERKAIT

STATISTIK PENGUNJUNG

Informasi data statistik kunjungan pengguna ke website BP3HH Prov. Jawa Barat.

Sedang Online
:   1
Kunjungan Hari Ini
:   7
Kunjungan Bulan Ini
:   1114
Kunjungan Tahun Ini
:   1217
Total Kunjungan
:   10673
JEJAK PENDAPAT

Bagaimana ketersediaan data pada website BP3HH Provinsi Jawa Barat?

Banyak
51%
Cukup
26%
Kurang
23%
KONTAK KAMI

Kantor BP3HH Provinsi Jawa Barat
Jalan Raya Kanci KM 10 Desa Kanci Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon. 45181
Telp./Fax. (0231) 510094